Kamis, 22 September 2016

7 Keuntungan Menjadi Solo Backpacker



Perjalanan solo backpacking ini sudah saya mulai sejak saya duduk di bangku kuliah. 7 Tahun yang lalu. Semuanya berawal dari perjalananku mengelilingi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Bali seorang diri. Setelah tiga tahun berlalu akhirnya saya berani melangkahkan kaki lebih jauh lagi untuk mengunjungi negara lain. Dimulai dari negara paling dekat dulu, Kualalumpur, Setelah perjalanan itu saya merasa ketagihan dan ingin melakukannya lagi. Ingin menjelajah dunia dengan kaki saya sendiri, walaupun hanya seorang diri. Kualalumpur, Hatyai, Singapore, Jepang sudah saya jelajahi. Dan sekarang target saya sebelum 26 tahun adalah bisa mengelilingi 15 - 20 Negara sekaligus dalam satu kali perjalanan. Segala persiapan sudah saya lakukan untuk mewujudkan impian saya.

Berikut 7 keuntungan menjadi solo backpacker :

1. Mandiri, Berani.
Ini point penting yang bisa kita dapatkan saat kita berani melangkahkan kaki sebagai seorang solo backpacker. Bagaimana tidak, kita hidup sendiri di negara orang, survive dengan tempat baru dan orang-orang yang baru, dengan adat, budaya, agama yang berbeda, tapi kita masih tetap berani melangkah maju dan melihat segala perbedaan itu. Perbedaan yang mampu membuat kita mempelajari banyak hal, yang sebulumnya tidak pernah kita dapatkan. Semua hal yang kita perlukan kita lakukan seorang diri, jangan pernah berharap untuk bergantung dengan orang lain. Maka dari itu kita harus mempersiapkan semuanya dengan baik agar tidak ada rasa khawatir saat kita berpergian sendirian.

2. Bersyukur.
Sepanjang perjalanan tak ada habisnya saya mengucapkan syukur atas kebesaran Allah yang luar biasa, pemandangan yang indah, keaneka ragaman yang sungguh sangat beragam dan membuatku tak ada hentinya berdecak kagum atas kekuasaanNya. Terlebih saat saya melihat perbedaan yang ada di negara yang kita kunjungi, saat itu saya merasa bersyukur telah di lahirkan di Indonesia dan saya bangga menjadi bagian dari Indonesia. Saat saya mengunjungi negara lain, saya selalu rindu dengan pecel ayam, pecel madiun, teh poci dan teman-teman yang lainnya. Negaraku mempunya banyak sekali keanekaragaman dalam banyak hal dan itulah yang membuatku bangga dan selalu rindu dengan Indonesia.

3. Tempat baru = Teman baru = Keluarga Baru.
Berkomunikasi dan mencari teman baru di tempat yang baru, baik dengan sesama backpacker maupun dengan masyarakat lokal. Saat kita pergi dengan keluarga ataupun teman kita pasti akan selalu sibuk dengan mereka, tanpa pernah ada waktu untuk bisa mendapatkan teman baru. Sangat berbeda saat kita jalan seorang diri, kita di tuntut untuk bisa bergaul dengan baik dengan orang-orang yang kita temui. Kita bisa mendapatkan teman mengobrol di kala bersantai di hostel, berbagi pengalaman dan sekaligus mempromosikan negara kita kepada sesama backpacker (alih alih seperti duta pariwisata yang mempromokan negara hehe), mendapatkan teman perjalanan baru di tempat yang baru, serta bergabung dengan masyarakat lokal sehingga kita bisa lebih tau bagaimana kehidupan di sana yang sebenarnya. Karna mereka akan selalu menerima kita dengan tangan terbuka.  Alhasil dengan begitu kita bisa mempunyai banyak teman dari segala penjuru dunia. Yaaa.. siapa tau aja sambil menyelam minum air, kita cari teman sekaligus cari jodoh kan yah #eh

4. Bebas.
Yak kita dapat dengan bebas mengatur rencana perjalanan kita. mau kita rubah seenak jidat juga gak masalah, gak ada yang merasa di rugikan. kita dapat dengan bebas mengexplore tempat mana yang ingin kita kunjungi, tanpa pernah terganggu dan terburu-buru.

5. Pandai Memanajemen Keuangan.
Saat kita melakukan perjalanan sendirian kita di tuntut untuk menjadi orang yang harus berhati-hati dalam melakukan banyak hal, salah satunya pengeluaran. Kalo kita biasa boros, saat kita berpergian buang sifat itu jauh-jauh. Di sini kita akan belajar bagaimana caranya hidup dengan uang yang minim tapi bisa tetap menikmati semuanya. kita kan memilah mana yang lebih di perlukan, di sini kita belajar tentang prioritas terpenting yang kita perlukan. Kita akan mengatur keuangan kita sebaik mungkin dan tidak tergoda dengan banyak Sale atau toko-toko yang ada di sekitar kita. Setiap melakukan perjalanan saya selalu membuat anggaran tiap harinya, dimana saya tidak boleh menggunakan uang lebih dari anggaran. Bagaimanapun caranya harus bisa, kalau ternyata lebih uangnya baru bisa aku gunakan untuk yang lain (makan enak atau belanja). Gak asik dong kalau tiba-tiba uang kita habis sebelum liburan berakhir, kalau abis mau gimana? mau minjem sama siapa? kita kan dateng sendiri. Terus kalau budget liburannya over karna kalap beli ini itu, yanga ada tabungan kita menipis, tagihan kartu kredit membengkak, terus nyesel. Jangan sampai gitu yah...

6. Berjiwa Sosial.
Dalam setiap perjalanan pasti kita akan selalu ada kesulitan. Dan kesulitan inilah yang akan mengasah kepedulian kita terhadap orang lain. Saat kita mendapatkan kesulitan kita pasti akan bisa menemukan kenyataan bahwa banyak orang yang mau menolong kita saat kita dalam kesulitan. Banyak orang yang akan dengan senang hati membantu kita. Begitu juga sebaliknya, kita juga akan menjadi orang yang dengan senang hati untuk memberikan pertolongan kepada orang lain.

7. Keren.
Yak kita yang melakukan perjalanan sendirian adalah orang yang keren. gimana gak keren coba, kita menjelajah sebuah negara, sebuah kota sendirian. Survive sendiri, mencari jalan keluar sendiri, berjuang sendiri, banyak hal yang yang sudah kita lakukan sendiri, banyak hal yang awalnya gak mungkin menjadi mungkin setelahnya. Dengan ini, kita bisa menjadi orang yang tumbuh dengan percaya diri.



Jadi, sudah siap untuk menjadi solo backpacker?
It's time to explore the world, even alone :)

Rabu, 21 September 2016

One Day In Hatyai


Hatyai - Thailand

Buat yang ingin melakukan perjalanan dua negara sekaligus via Kualalumpur, bisa memilih Hatyai sebagai Alternatif kota yang bisa di kunjungi selain Singapore. Hatyai termasuk salah satu kota besar yang ada di Thailand selain bangkok. Banyak wisatawan yang datang ke Hatyai walaupun hanya sekedar Transit. Karena apabila kita hendak melakukan perjalanan darat dari Laos, Vietnam, Bangkok dll untuk sampai ke negara Singapore Kualalumpur atau Indonesia kalian pasti akan melewati Hatyai.

Ada beberapa cara untuk bisa sampai di Hatyai. Kalau yang berdompet tebal ataupun waktu liburan yang terbatas, pesawat adalah pilihan yang terbaik. Di Hatyai terdapat Bandara juga. Transportasi kereta bisa juga menjadi pilihan, tapi untuk pembelian tiket harus beberapa hari sebelumnya max 1 hari sebelumnya, karna sering sekali habis terjual. Tapi kali ini saya memilih menggunakan bis untuk bisa sampai ke sana. Saya naik bus malam dari terminal Pudu Sentral. Harga tiket bis dari Malaysia ke Hatyai sekitar RM 45-60 (1 RM = Rp.3500) harga tergantung yah, bisa jauh lebih murah ataupun mahal di moment tertentu. Tiket bis bisa di beli via online juga, jadi kita bisa mencari harga terbaik dari web. Saya hanya membeli tiket untuk berangkat saja, soalnya tiket pulang nanti saya beli langsung dari sana yang katanya kalau beli di sana jatohnya jauh lebih murah dari di Malaysia. Dan terbukti itu benar.

Karena saya di Hatyai hanya 1 hari dan PP di hari yang sama, maka saya memilih perjalanan Malam hari dari Pudu agar bisa sampai di Hatyai pada pagi hari, agar malam hari nya nanti saya bisa langsung kembali ke Kualalumpur lagi. Bis nya nyaman, sehingga perjalanan kita pindah negara akan terasa indah dengan mimpi-mimpi yang datang hehe. AC nya kenceng dan dingin banget (Tapi tetep dinginan hati kamu sih kayaknya #Eh), jadi siap-siap bawa jaket dan perlengkapan perang buat meminimalisasi rasa dingin yah.

Hatyai mempunyai banyak tempat wisata seperti, Taman Hat Yai, Hatyai Municipal Park, Museum sulap mata 3D, Phra Maha Chedi Tripob Trimongkol, Pasar Santisuk (Lokal Market) dll. Ternyata di sini gak susah buat mencari makanan halal. Karena banyak juga orang Aceh, Sumatera Barat, Medan yang tinggal ataupun menikah dengan orang Thailand. Jadi seneng banget bisa ngobrol pakai Bahasa Kebanggaan (Indonesia) hihi. Soalnya di sini susah nyari yang bisa di ajak ngobrol, mereka semua rata-rata menggunakan bahasa Thailand, Di sini bakalan jarang banget nemuin yang bisa Bahasa Inggris, jadi kalau udah buntu bahasa Favorit di seluruh dunialah yang di pakai (re: Bahasa Isyarat). Tapi karena ini daerah perbatasan dengan Malaysia, jadi gak jarang nemuin orang yang bisa pakai bahasa melayu. Hatyai kota yang cukup nyaman dan tenang, keramahan warganya pun mampu membuat satu hari saya di sini menjadi terasa menyenangkan.

Untuk urusan akomodasi sebenernya di sini murah-murah, tapi saya pikir ngapain saya harus lama-lama di sini, sehari sudah cukup buat saya berkeliling di sini. Niat saya yang penting saya sudah pernah ke sini, biarpun hanya satu hari karena malam harinya saya sudah harus kembali ke Kualalumpur lagi dan kembali ke Jakarta malam harinya.

Rabu, 07 September 2016

500 ribu keliling Singapore !!

"Keliling Singapore, cuma 500 ribu doang? Mana mungkin ! "

Mungkin kok mungkin gak Ada yang gak mungkin di dunia ini. Udah banyak backpacker lain juga yang udah membuktikan itu. Dan sekarang saya mau coba share survive di Sana versi saya

Sebelumnya udah beberapa Kali bolak balik ke Singapore jadi udah gak buta banget sama negara ini. Perjalanan kali ini saya jalan 3 hari 2 malam. Dimana saya berangkat pada hari kamis malam pukul 22.00 WIB Dan pulang hari minggu pukul 16.00 waktu Singapore. Sengaja banget emang milih penerbangan malem, biar bisa menghemat penginapan di malam pertama. Kali ini saya terbang gratis dengan Jetstars (Terima Kasih Jetstars, sering-sering Kasih gratisan yah).

Jum'at pagi saya sudah siap bergegas untuk menuju kota. Saya naik MRT Dari changi menuju City Hall. Yak tujuan pertama saya adalah patung singa merlion. Saya menggunakan kartu Ezlink untuk liburan Kali ini. Saya hanya mengisi saldo Ezlink saya sebesar 100 ribu. Dimana saya juga Masih punya sisa saldo Dari liburan saya sebelum nya sebesar 80 ribu.  Jadi total isi Ezlink saya Ada 180. Dimana kartu itu adalah kartu sakti yang bisa di gunain buat naik semua angkutan umum Dan berbelanja di mini market.

Sesampainya city hall pukul 08.00 pagi . langsung bergegas menuju merlion. Saya memilih datang pagi Karna biar gak terlalu panas dan rame. Setelah puas saya langsung berjalan kaki menyusuri pinggiran jalan Esplanade Theatre menuju ke arah marina bay Dan di lanjutkan menuju garden by the bay. Setelah selesai sholat dhuhur saya melanjutkan perjalanan ke arah Harbour Front. Dengan menaiki kereta Dari stasiun bayfront.  Sesampai nya di Sana saya menyempatkan waktu untuk makan siang dengan menu nasi lemak. Soalnya tadi pagi hanya makan roti yang saya bawa Dari Indonesia. Setelah selesai makan saya berkeliling vivo city dan sentosa. Beruntung sekali waktu saya berkunjung kesana masuk sentosa free (Alhamdulillah gak bayar). Sholat Ashar di sekitaran sentosa. Pukul 16.30 saya melanjutkan perjalanan ke Anderson waves. Jembatan yang terkenal Dan unik yang Ada tak jauh dari vivo city. Tinggal naik bus dari depan vivo city langsung turun di depan Anderson waves. Saya memilih menikmati senja di sini. Pukul 18.30 saya kembali naik bis ke arah vivo city dan sholat magrib di sini.. Selesai sholat magrib saya kembali melanjutkan perjalanan ke Clark Quay. Menikmati malam Dan berjalan jalan di sekitar nya. Tepat pukul 09.00 malam saya kembali ke arah changi Dan menginap di changi airport.

Balik lagi ke changi? Jadi tadi jalan sambil bawa tas gede dong?

Iyaaa.. Tapi barang bawaan saya gak banyak ko. Saya pakai daypack biasa aja gak banyak yang saya bawa. Saya bukan orang yang ribet yang suka bawa barang banyak. Mau gak ganti baju sehari an juga gak masalah (asalkan Masih bersih Dan wangi hehehe). Gak papalah sehari an gak Mandi juga yang penting rapi hehehe (maaf kan Aku yang jorok gak Mandi seharian). Tapi beneran deh saya Masih cantik ko biarpun gak mandi (eeeaaa). ganti baju Dan cuci cuci dikit udh bikin makin cantik hehehe.

Malam ke dua Masih menginap di Changi. Buat ngehemat budget kan cerita nya. Oh yah selama traveling perhari nya saya budget in uang 100 ribu/hari jadi cukup gak cukup gak boleh lebih Dari itu. Kalau lebih Alhamdulillah Masih bisa buat beli oleh2 atau makan enak kan hehe.

Hari ke 2, Sabtu pagi saya langsung bergegas menuju China town dimana hostel saya berada. Sesampainya di hostel saya langsung menumpang Mandi Dan menitipkan tas backpack di hostel Karna memang belum bisa check in kan.

Walking tour hari ke 2 adalah ke little India, Dari little India jalan kaki menuju daerah farrer park. Untuk mengunjungi mustava Centre. Mustava centre buka 24 jam yah jadi kalo mau tengah malam atau pagi buta ke sini bisa banget. Di sini saya makan siang di salah satu tempat makan halal dengan menu nasi goreng Dan teh tarik. Selesai makan saya langsung menuju masjid yang gak jauh Dari situ untuk sholat dhuhur. Sholat Dan istirahat sebentar langsung melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju ke arah bugis.

Di bugis saya mengelilingi kampung glam, haji lane, bugis street Dan sholat ashar di masjid sekitaran Arab street (kampung glam). Dari bugis langsung kembali ke hostel Dan check in.

Finally ketemu kasur!! Yeah! Alhamdulillah.

Habis sholat magrib langsung berjalan jalan cantik di Orchard. Di Orchard saya janjian sama salah satu teman saya yang saya kenal setahun lalu waktu saya nyasar di Singapore. Dia mengajak Ku makan ayam penyet yang Ada di lucky plaza. Pass banget lagi kangen penyet hehe. Alhamdulillah makan di sini gratis Karna di traktir temen yang baik hati. Sebagai ganti nya saya membawakan Kain batik dan traktir eskrim 1 dollar. Sebagai ucapan terima Kasih Karna tiap saya datang kesini selalu di jamu dengan baik. Sebenernya bisa saja saya menginap di rumah dia, tapi saya orangnya suka gak enakan. Jadi selagi bisa survive sendiri 'Hajar!' Aja. Gak terasa sudah pukul 22.00, cukup sudah saya jadi anak Gaul Orchard. Sekarang waktu nya pulang Dan istirahat.

Hari terakhir di Singapore. Saya memilih untuk bersantai ria di hostel. Pukul 09.00 pagi saya langsung bersiap check out Dan langsung menuju Raffles Place untuk ketemu sama temen SMP saya yang bekerja di sini. Alhamdulillah bisa ketemu lagi yah. Lumayan bisa ketemu makan siang Dan main bareng biarpun cuma sebentar (Alhamdulillah makan siang gratis lagi). Jam 13.00 saya langsung bergegas menuju changi. Pesawat jam 16.00. Masih banyak waktu memang, tapi saya orang yang gak suka di buru-buru. Lebih baik menunggi agak lama di Sana. Toh sesampainya di Sana saya bisa meng explore changi ☺

Pengeluaran :
Tiket Pesawat PP : gratis
Isi Ulang EzLink : 100 ribu
Makan siang nasi lemak Dan teh tarik : 50 ribu
Air putih : saya sering memakai air putih kran yang tersedia di mana-mana.  Tapi pernah tempat beli di mini market Karna kehabisan minum (beli minum pake Ezlink).
Sarapan hari pertama Dan ke dua : pakai snack Dan roti yang di bawa Dari rumah.
Hostel : 120 ribu (female dormitory).
Makan siang hari ke 2 + es teh tarik: 50 ribu
Makan malam di ayam penyet lucky plaza : Gratis di bayar in temen.
Beli eskrim 1 dollar : beli 2 traktir temen (traktir nya yang murah hehe). 30 ribuan.
Sarapan hari ke 3 : gratis Dari hostel.
Makan siang di cafe : gratis di bayar in temen (lagi). Alhamdulillah Aku punya banyak temen yang baik.

Total pokoknya : 350 ribu
Sisa 150 ribu buat beli oleh-oleh.
Jadi Pass 500 ribu !!

Kurs saat itu 9500an.

Jadi Traveling itu gak selalu mahal dear. Semuanya kembali pada bagaimana gaya hidup kita. Bagaimana Cara kita menikmati setiap perjalanan ini.

Let's go out dear !

Rabu, 24 Agustus 2016

Menginap di Internet Cafe Berjuta Gratisannya....



"Ha? Nginep di internet cafe? gilaaak!"
"Waaah.. nekat banget lo"
"Parah. lo kan cewe sendirian pula, gak takut apa"

Saya masih waras ko tenang aja.
Nekat? Enggak emang udah niat mau nyobain tidur di sini.
Kenapa harus takut? toh saya selalu yakin kalau Allah SWT selalu ngelindungin saya.


Kenapa saya memilih internet cafe sebagai pilihan buat tidur di malam minggu ini? 
Alasan utamanya karna saya gak dapet harga hostel murah di waktu weekend. jadi cari alternatif yang murah.
Alasan lainnya adalah pengen ngerasain sensasi tidur di internet cafe. (kalau tidur di airport mah sudah terlalu mainstream kan karna udah keseringan hehe).

Selama bebarapa hari, saat saya mengunjungi setiap tempat saya selalu berusaha sambil mencari internet cafe biar bisa nyari yang terbaik buat tidur pass weekend nanti hehe.  dari sekian banyak internet cafe saya memilih Manboo! yang ada di shibuya. sebenernya di shibuya banyak banget internet cafe. tapi aku lebih memilih yang ini. kenapa? karena lokasinya dekat dengan makanan halal (dimana gue selalu di landa kelaparan hehe), dan letaknya pun strategis berada di jantung shibuya dan ada pos polisi di dekatnya. jadi ngerasa jauh lebih aman. Persisnya berada satu deretan dengan Bershka shibuya dan satu area dengan zara shibuya. gampang di temuin ko kalo dateng ke shibuya.

Pertama masuk kita langsung di sambut sama pelayan yang ramah dan bisa bahasa inggris jadi gak usah takut gagap gempita di sini. nanti dia akan ngejelasin paket2 apa saja yang tersedia di sini beserta dengan harga dan jenis ruangannya. saya mengambil paket 10 jam seharga kurang dari 200ribu sudah beserta dengan kartu keanggotaan. Menginap di sini tidak hanya bisa mendapatkan harga yang murah tapi kita juga bisa mendapatkan internet sepuasnya, baca komik sepuasnya, minum sepuasnya, dan makan ice cream sepusnya. kalau makan beli yah, di sini juga nyediain beberapa jenis makanan, jadi, jangan khawatir kalian bakalan kelaparan di sini. untuk masalah harga masih bersahabat ko untuk kantong backpacker macam kita gini. ruangannyapun enak gak terlalu sempit pass banget lah buat kaki selonjoran miring haha.

Badan sebenernya udah pengen di rebahin banget, pengen banget rasanya tidur. apalah daya biarpun di negeri orang saya harus membuka email buat kerja. Yak! biarpun lagi liburan gini kalo malem waktunya beresin kerjaan. setelah kerjaan beres mata malah semakin melek dan asik buat nonton film dan chattingan sana sini hehe. Alhasil baru bisa tidur jam 5 pagi dan jam 7 udah harus checkout. gapapalah lumayan tidur sebentar. tepat jam 6 saya langsung menuju kamar mandi, cuci muka dan sikat gigi. sebenernya di sini bisa mandi (free), tapi apalah daya saya males mandi hari ini, jadi saya cuma cuci cuci cantik aja pagi ini. 

Selesai cuci cuci cantik, saya checkout dan kembali melanjutkan perjalanan.

Akomodasi Di Tokyo


Jepang adalah salah satu negara termahal di dunia. Apalagi untuk kalangan backpacker. Tapi, itu bukan berarti kita bisa melewatkan negara yang satu ini. Jepang adalah salah satu negara yang wajib banget buat di kunjungin, biarpun biaya hidup di sana mahal. Mahal bukan masalah, itu semua tergantung dari bagaimana cara kita survive selama jalan. justru itu adalah tantangan terbesar untuk bisa di taklukan. bagaimana cara menyiasati liburan di jepang dengan murah sudah saya bahas di post sebel;umnya. sekarang saya ingin membahas hostel yang saya tempati selama saya di tokyo. 

Untuk menghemat budget saya harus rela berpindah hostel untuk mendapatkan harga terbaik. dan budget akomodasi tidak lebih dari 1 juta untuk 6 malam (karna 1 malam di sana saya habiskan di bandara haneda).

Tiga hari pertama saya menginap di Bunka Hostel Tokyo. letaknya ada di Asakusa. lokasi sangat strategis sekali. dekat dengan Asakusa Tample, Hanayashiki, Ozeki dan subway. Staff nya sangat helpful dan ramah banget. saya menginap 3 hari di kamar female dormitory seharga 500ribu saja. kenapa saya dapat murah? hal ini di karenakan bunka hostel sedang mengadakan promo besar untuk opening (asik, nyobain hostel baru hehe). Kebersihan udah pasti bersih banget, pas saya dateng hostel baru buka sebulan suasananya masih fresh. Toiletnya nyaman dan bersih banget, di sediain handuk, Hairdryer, loker. gak ada sarapapan di sini tapi di lantai bawah cafenya, jadi bisa pesen makan di situ. atau kalau yang mau hemat bisa masak di dapurnya yang ada di lantai atas. Menginap di sini asik banget, tiap malam biasa kumpul di ruang makan atas buat berkumpul dan berbagi cerita dengan para treveler yang lainnya. Oh iya, buat yang bawa barang banyak tenang aja, di sini ada lift yang bisa mengantar kalian sampai depan kamar :)


Bunka Hostel Tokyo







Cafe yang ada di lantai dasar.



Dua hari terakhir saya menginap di ARTnSHELTER di daerah shinagawa. Kenapa gue nginep di sini? alsan utamanya adalah karena murah dan hoste ini pun baru di buka, jadi dapet harga promo yang lumayan banget. 2 malam kamar female dormitory dapet seharga 350an aja. murah kan hehe. lokasinya deket banget sama stasiun kereta samezu, gak nyampe 2 menit udah sampe. lokasinya tenang banget, satu lingkungan sama warga lokal. Jadi berasa warga sini aja. Kalau yang mau langsung pulang ke Haneda atau shinagawa, yokohama, dari sini udah deket banget. Kasur nya lumayan gede nyaman banget biarpun kita harus pasang dan beresin seprai dan sarung bantal sendiri, tapi gapapa masalah gampang itu mah. Di bagian bawah ada Bar nya jadi kalau malem rame banget. tapi tenang aja, tidur masih bisa nyenyak biarpun di bawah rame, 










Alhamdulillah, selama tinggal di sana bisa dapetin hostel yang bagus, nyaman, strategis dan yang pasti dengan harga yang sangat terjangkau sekali. Ko total nya cuma 5 malam nginep di hostel? yang semalem nya kemana? Malam minggu disana saya gak dapet penginapan dengan harga murah. udah ngotak ngatik harga di beebrapa hostel tapi tetep gak nemu. akhirnya saya memutuskan untuk menginap di Internet Cafe. bagaimana rasanya menginap disana? nyaman apa enggak? nanti akan saya bahas di post selanjutnya.



Liburan di Jepang dengan budget minim? BISA !!








Liburan yang paling berkesan buat saya adalah liburan musim dingin awal tahun kemarin. Dimana biasanya saya hanya melakukan Solo Backpacker ke berbagai negara di Asia Tenggara saja, kali ini saya berhasil menjelajah ke negeri sakura jepang tepatnya Tokyo. Perjalanannya masih sama, saya menjelajahi negera ini sendiri dan dengan budget seminim mungkin.


Bagaimana caranya bisa berhemat di salah satu negara termahal di dunia? Apakah bisa?
Jawabannya “YA!!!”


Ada 3 hal yang bisa kita tekan pengeluarannya yaitu, Makan, Akomodasi dan Transportasi.


Untuk makan saya berhemat dengan membeli makanan saat after 9 pm dimana banyak supermarket yang menjual makanan dengan diskon bisa sampai 50% - 70%. Dimana saya membelinya untuk makan malam dan sarapan (yang bisa kita hangatkan dalam microwave). Cara ini bisa sangat menekan biaya pengeluaran kita dan tak lupa membawa beberapa makanan dari rumah bisa menambah penghematan kita.


Akomodasi di jepang terbilang sangat mahal. Untuk kamar dormitory saja harganya udah seperti kelas hotel kalo di Asia Tenggara. Tapi gak ada yang gak mungkin, dengan berbekal searching di sana sini akhirnya bisa juga mendapatkan promo hostel murah. Hanya dengan 280 ribu per malam (dengan harga normal 600 ribu) saya berhasil mendapatkan hostel dengan harga murah. Hostel ini masih baru dan waktu saya booking hostel ini memang sedang mengadakan promo besar karna masih dalam masa ‘opening’ (Alhamdulillah... rezeki anak sholehah hihi).


Karna budget pengeluaran harus saya tekan lagi, satu malam saya harus mencari penginapan yang jauh lebih murah lagi dari harga hostel itu. Dan akhirnya saya memutuskan untuk menginap di Internet Cafe. This place is not bad, I still feel comfortable here. Ada banyak keuntungan yang bisa di dapat, dengan 200 ribu rupiah kita bisa menginap di sini sampai pagi, menikmati internet sepuasnya, membaca komik sepuasnya (tapi hal ini gak saya lakuin karna udah pasti pake bahasa jepang semua saya gak ngerti.. hehe) dan bisa menikmati minuman sepuasnya juga (Alhamdulillah.....). tempat ini juga aman untuk Female Solo Traveling soalnya beberapa internet cafe ada female room nya juga jadi jauh lebih safe. Oh iya, jangan di bayangin internet cafe di jepang sama kayak internet cafe di sini yah. Kalau di jepang internet cafe punya banyak pilihan ruangan, ada yang bisa sambil tiduran ada juga yang pakai kursi pijat (Very comfortable...).  Untuk review hostel dan gimana rasanya menginap di internet cafe akan saya bahas nanti yah.


Nah untuk masalah yang terakhir yang harus bisa kita hemat adalah Transportasi. Apalagi yang kita tau penerbangan dari indonesia ke jepang itu gak murah. Belum lagi biaya transportasi selama liburan di sana. Selama di jepang bisa menggunakan paket 3 days metro pass yang bisa menghemat biaya naik kereta metro dan subway, sudah pasti ini jauh lebih hemat bila di bandingkan membeli ketengan. Atau bisa juga menggunakan JR east pass untuk mengelilingi tokyo dan sekitarnya. Nah!! Kalau menghemat trasportasi pesawatnya gimana? Sebenernya banyak maskapai yang sering banget ngadain promo penerbangan. Kebetulan saya memang sering banget yang namanya berkencan sama beberapa web untuk mencari tiket murah buat liburan, because with a cheap ticket into would be much more holiday fun....



So, Let’s go out dear !!!
It’s time to explore the world, even if only by herself

Jalanan Shibuya

Meiji Jingu Harajuku

Asakusa Tample

Yokohama Akarenga Soko (Red Brick Warehouses).


Yokohama




Yokohama Akarenga Soko (Red Brick Warehouses).


Disney Store Shibuya





Cosmo World Yokohama

Aqua City Odaiba

Odaiba

Tokyo Trick Art Museum yang terletak di dekat Sega Joypolis di wilayah odaiba

Cosmo World Yokohama





Let’s go out dear....



Akhir2 ini saya srg bgt denger
komentar "ihh jalan2 muluk, banyak duitnya. Orang kaya" saya cuma bs blg Aaamiin.


Buat saya traveling adalah satu pelarian diri terbaik dari segala masalah. I love to see something new, something that I had never seen before. a lot of valuable experience that I got from here. many valuable lessons that can be . how to survive , how to live independently and other lessons that we will not get in school


Mereka gak pernah tau gimana perjuangan kita buat bs jalan2. Hunting tiket murah berbulan bulan, nabung, ngegembel buat tidur Dan makan murah bahkan sampe nyari yg gratis atau bahkan rela jadi Single biar gak habis duitnya buat malam mingguan yeee kan.


Guys, gak semua org yg suka jalan ituu banyak duit, saya hrs kerja keras buat wujudin itu semua (syukur2 dapet sponsor #kode).


Tujuan hidup msg2 org kan berbeda, mungkin kalian jauh lebih seneng buat membelanjakan uang buat beli kosmetik, barang2 bermerk, pergi perawatan ke salon atau dokter yang mahal ketimbang jalan. lha kalo saya mah beda, hampir gak pernah sata gunain uang buat yang begituan. mendingan buat jalan.


Jadi, gak Ada alesan kalian gak bisa jalan Karna gak punya duit. Kalo Mau jalan ituu kunci utamanya cuma satu "NIAT"


Mungkin bnyk yg berpikir kerjaan saya knp jalan2 mulu? Buang2 duit trs deh..


Yaa.. Yg namanya hobi susah memang. Tp asal tau aja saya selama ini setiap saya berpergian saya selalu pergi dengan budget seminim mungkin, sangat minim. bahkan saya lebih terlihat seperti gembel di negara orang (Yess!! gembel International hahahaha).


Traveling itu bukan tentang "Apa" dan "Berapa" tapi "Bagaimana". bagaimana cara kita nikmatin ituu semua. mau hidup susah di negeri orang, nyasar di negeri orang gak masalah karna begitulah cara saya menikmati perjalanan saya :)


So, Let’s go out dear !!!
It’s time to explore the world, even if only by herself